|
Otak adalah tempat manusia berpikir dan dengan otak inilah kita dapat menentukan sikap kita dalam mengambil sebuah tindakan namun terkadang otak membohongi hati kita sehingga kita salah dalam hal bersikap. Cerita di bawah ini adalah suatu contoh dalam menterjemahkan ilusi yang terjadi pada otak manusia, sebuah kisah yang terinspirasi dari koran Kompas yang saya baca beberapa tahun lalu... Pada suatu sore seorang gadis yang sebut saja bernama Chika Ani sedang berada di suatu mall untuk membeli keperluannya sehari-hari, setelah asyik berbelanja tibalah ia pada toko pakaian yang sedang mengadakan diskon besar-besaran pada waktu itu dengan menggelar spanduk berukuran besar bertuliskan "DISCOUNT up to 90% !!" yang dibawahnya ditambahkan "For All Product!". Melihat hal ini Ani berpikir untuk menambah belanjaannya meskipun ia telah sebelumnya membeli banyak pakaian. Ia berpikir apabila ada pakaian seharga seratus ribu rupiah dikenakan diskon hingga 90 persen artinya ia hanya perlu membayar sepuluh ribu rupiah saja untuk mendapatkan pakaian tersebut...
Tidak lama setelah berpikir akhirnya Ani masuk ke toko tersebut dan mulai mencari-cari pakaian yang pas untuk seleranya, Ani merasa beruntung karena di semua bagian toko tersebut bertuliskan diskon, diskon dan diskon (seperti gayanya Bunda Hetty Koes Endang) namun hingga kurang lebih lebih Ani berjalan mengitari toko tersebut ia tidak menemukan pakaian yang sesuai dengan diskon 90 persennya yang ia temukan hanya pakaian-pakaian lain yang diberikan diskon 20, 30 hingga 50 persen saja... Melihat Ani yang sedang dilanda kebingungan datanglah pelayan toko tersebut bernama Ngatini yang menghampiri Ani dan mereka saling berbincang.. Pelayan toko : Maaf ada yang bisa saya bantu? Ani : Iya, saya sedang membeli rok panjang berwarna hitam seukuran dengan rok yang saya gunakan ini, terlebih lagi di sini katanya sedang diskon. Pelayan toko : Oke akan saya carikan, mohon tunggu sebentar... Ani : Ya, akan saya tunggu... Setelah beberapa menit kemudian pelayan toko tersebut datang dengan membawakan rok yang diminta oleh Ani... Pelayan toko : Saya rasa ini rok yang sesuai dengan keinginan anda, silakan dicocokkan atau anda bisa mencobanya di ruang ganti. Ani : Tidak perlu, karena dengan melihat panjangnya saya rasa ini pas untuk saya, btw berapa harganya? Pelayan toko : Harganya seratus ribu rupiah saja, oh ya ini barang impor loh mbak... Ani : Apa ada diskon untuk rok ini? Pelayan toko : Ya, tentu saja ada karena kami sedang melakukan diskon besar-besaran untuk saat ini, untuk rok ini kami memberikan diskon sebesar 10% untuk anda. Ani : Saya kira diskonnya bisa lebih dari itu? seperti yang ditulis di spanduk anda (dengan nada kecewa). Pelayan toko : Iya, memang ada pakaian yang kami diskon 90% namun saat ini sudah habis terjual sejak pagi tadi. Ani : Apa ada produk lain yang diskonnya besar? Pelayan toko : Tentu ada, seperti beberapa celana jeans yang telah kami diskon hingga 90% namun produknya telah terjual sejak pagi tadi. Melihat hal ini tentu Ani merasa tidak enak karena sudah capek berkeliling-keliling dan dilayani tapi apabila tidak jadi beli khan merasa malu dan bisa dicap tukang mejeng, dan pada akhirnya Ani pun membeli rok seharga seratus ribu rupiah tadi dengan diberikan diskon hanya sepuluh persen saja... Cerita di atas bisa dikatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak setiap bangsa Ani salah mentafsirkan isi iklan yang berada di spanduk tersebut dan mungkin saja Ani keburu termakan kata "DISCOUNT 90% !!" namun ia tidak melihat ada tulisan kecil di antaranya yaitu "up to" yang artinya adalah HINGGA, terlebih lagi terdapat 2 tanda seru yang berupa kalimat perintah yang pernah diplesetkan bahwa tanda tersebut melambangkan kepala orang (titik) sedang dipukul oleh balok (garis vertikal) supaya nurut :D Cerita ini sebenarnya ada hubungannya dengan hal-hal yang sering terjadi di sekitar kita, contohnya adalah koneksi internet, coba kita perhatikan apabila kita ingin berlangganan koneksi internet kebanyakan (menurut pengamatan saya hampir semua) selalu melampirkan kata UP TO, HINGGA, SAMPAI dsb yang bisa dikatakan hanya KECEPATAN MAKSIMUM saja yang dijanjikan namun BUKAN KECEPATAN MINIMUM koneksi internetnya yang dijanjikan oleh para isp (internet service provider), jadi seandainya ada isp yang menjanjikan koneksi internet dengan "KECEPATAN up to 512 kb/s" namun setelah kita gunakan ternyata kecepatan koneksi internetnya hanya 15 kb/s maka ISP TERSEBUT TIDAK SEPENUHNYA SALAH :D karena ada tulisan HINGGA dan hingga bukan berarti harus :D, nah buat para isp berani ga anda menjanjikan kecepatan minimum yang sesuai dengan permintaan para client..?? :) Hal-hal berbau ilusi seperti ini sering terjadi, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, praktek-praktek janji manis dengan keuntungan sepihak dan bercondong kapitalis kerap terjadi pada masyarakat, seperti contohnya surat pemberitahuan bahwa kitalah pemenang sebuah undian (padahal ga' pernah ngirim apa-apa) dan kita diminta datang untuk mengambil hadiah tapi ternyata bayar-bayar juga untuk membeli produknya... :) Quote this article on your site
1. Ditulis oleh gadis , pd 27-03-2008 07:10, 07:10 , IP: 222.124.10.210 rata2 wanita kalo liat diskon besar langsung aja  |
2. Ditulis oleh Unknown , pd 09-07-2008 00:33, 00:33 , IP: 202.81.54.101 Tunggu buku ilusi saya terbit |
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |