Masih dalam suasana berkabung atas meninggalnya mantan Raja Presiden Republik Indonesia Bapak Haji Muhammad Soeharto alias Pak Harto pemberitaan media terus mengalir memberitakan dirinya, mulai dari hal-hal baik hingga hal-hal yang tidak baik. Namun terlepas dari itu semua saya merasakan ada beberapa kebiasaan Pak Harto yang dapat dijadikan inspirasi positif dan bahan pembelajaran untuk kita semua dalam bermasyarakat khususnya dalam hal kepemimpinan. Pak Harto yang identik dengan 2 hal yaitu militer dan petani mempunyai beberapa kebiasaan, di antaranya 3 hal berikut... 1. Pak Harto Lebih Memperhatikan Rakyat Kecil Saya teringat pada zaman-zaman orde baru dulu... dahulu harga-harga kebutuhan pokok tidak semahal seperti sekarang, dahulu hampir setiap minggu saya dan keluarga bisa keluar bersama untuk shopping ke pusat-pusat perbelanjaan dan membeli kebutuhan-kebutuhan baik primer, skunder maupun tersier yang di dalamnya termasuk membeli beberapa perangkat mainan untuk saya pribadi. Bukan hanya itu, para wong cilik termasuk petani pun banyak yang mengatakan dari segi ekonomi lebih enak pada zaman Pak Harto karena dari sektor pertanian lebih maju dari pada saat ini.
2. Pak Harto Lebih Komunikatif Di antara sekian banyak pemimpin negeri ini menurut saya Pak Harto lebih komunikatif pada rakyatnya dan mungkin inilah yang membuat beliau dapat bertahan lama pada posisinya sebagai kepala negara. Saya teringat dulu sewaktu ada program televisi yang bernama "Laporan Khusus" yang hadir pada pukul 21.00 WIB yang ditayangkan hampir di semua stasiun televisi. Laporan khusus menampilkan kinerja Pak Harto dan menjalin komunikasi kepada rakyatnya secara langsung sehingga membuat rakyat lebih dekat ke pemimpinnya dan begitu juga sebaliknya. 3. Pak Harto Lebih Tegas Zaman-zaman orde baru dulu memang ada ketidak bebasan berpendapat dan berekspresi, ada hal-hal yang dilarang untuk dipublikasikan, namun sejak beliau tidak menjabat lagi terlihat semuanya serba bebas namun KEBABLASAN, saat ini bukan hanya bebas berpendapat dan berekspresi dengan tanggung jawab tentunya namun banyak yang kebablasan dalam hal kebebasan sehingga banyak pribadi dan oknum yang kurang ajar dan seenak udelnya saja berbuat dan mengatas namakan kebebasan berpendapat dan berekspresi tanpa memperhatikan orang lain, seperti contohnya pengrusakan tempat ibadah, menghakimi umat lain yang berbeda pendapat, aksi terorisme dsb. Bahkan seorang guru bangsa seperti Gus Dur dalam humornya juga ada yang mengingatkan kita akan sisi baik Pak Harto. Maka itu ambilah sisi baik dari Pak Harto dan buanglah sisi-sisi buruknya... ingatlah selalu jasa-jasanya dan INTROPEKSILAH diri kita masing-masing... Apa jasa kita untuk negeri ini? dan Apa dosa kita kepada negeri ini? semoga itu bisa memacu kita dalam berbaki pada negeri Indonesia tercinta ini dan menghormati orang lain... Amin... Quote this article on your site
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |